Posted by: epurwanto | April 11, 2008

Promotion and Replication

Dear all,

Attached please find progress report of Lambusango Forest Conservation Project/LFCP (June 2005 – February 2008). The project is implemented by Operation Wallacea Trust (OWT) and received funding from Global Environment Facility (GEF, medium scale project) with World Bank as implementing agency.  Project activities will continue until May 2008, followed by a six month period devoted to PROMOTION and REPLICATION (until December 2008).

 

Lambusango Forest is an intact lowland rainforest located in the centre of Buton Island, South East (S.E.) Sulawesi. Apart from home of endemic species of Wallacea Bioregion the forest is the head of water catchments of all rivers flowing to the southern part of Buton Island. The forest (± 65,000 Ha) is made up of different categories: 29,320 ha of two protected areas, Kakenauwe Nature Reserve (± 810 ha) and Lambusango Wildlife Reserve (± 28,510 ha) which are managed by the BKSDA S.E. Sulawesi (Ministry of Forestry) and ± 35,000 ha of protection forest and production forest which are managed by Buton District government.

 

Since 1999, the forest has become a research site of Operation Wallacea Ltd [Scientific Conservation Expedition (ecotourism) Company] lead by Dr. Tim Coles (tim.coles@opwall.com, www.opwall.com). The research activities are conducted from July till September each year.  The ecotourism activities in term of scale (number of visitors) and its economic benefit to local community may be one of the biggest forest based ecotourism in Indonesia.

 

Following are the summary of progress and achievements:

1. Facilitated the development of Community Forestry Management Forum (Forum Hutan Kemasyarakatan Lambusango/FHKL) as government partner and has actively involved on:  (1) Improving forest governance policy; (2) Changing community attitude toward sustainable forest resource management: (3) Strengthening community based forest protection.

2. Facilitate various village business development models as livelihoods alternative for local community living surrounding the forest. The project has been successful to facilitate Matanauwe Cashew Farmer Association (Asosiasi Petani Jambu Mete Matanauwe/APJMM) to receive fair-trade certification from FLO, Germany. This is the first cashews producer in the world receiving FLO certification which enables to link its product to international market. The project has been facilitating international market for local agriculture products, especially cashews and coffee. Various businesses have been successfully developed and started providing revenue to local community (ginger farming and marketing, orange plantation, seaweed farming and marketing, oyster faming and marketing, coconut oil processing, eco-tourism etc.).  The final objective of business facilitation is the development of village business conservation commitment.  OWT together with Operation Wallacea Ltd have linked Lambusango products to international market under the scheme of Wildlife Conservation Products.

3. Facilitated the development of Geo-information System Forum (GIS Forum) and has successfully attracted Government investment on GIS/RS equipments to produce recent digital land cover maps as a basis for conservation spatial planning.

 

4. Facilitated the development of  Forest Crime Unit Lambusango (FCUL) which consists of informants, response unit and journalist teams and has made progress in the detecting encroachment (in Lawele, Matanauwe and Wakangka villages) and illegal harvesting of timber (in Wagari village) during joint patrols with government investigators, forest rangers and journalists. This has led to confiscation of illegal timber in Wagari village, confiscation of chainsaws, and prosecution of illegal loggers. A forest crime patrol in December 2007, detected forest encroachment involving 15 farmers and 2 forestry officials. In response to the evidence presented by FCUL and a follow-up police investigation, 11 farmers and the two forestry officials are currently in detention awaiting prosecution. The latter case attracted media coverage and raised the public’s awareness about forest crimes.

 

5. Awareness campaign through various media (posters, stickers, interactive dialogues in local radio and television, writing competitions, speech contest) has stimulated prides of Butonese and South Sulawesi Province community on the existence of Lambusango Forest.

 

6. Published Lambusango Newsletters (13 editions), books outlining the biodiversity of Lambusango Forest, faith-based conservation campaign and green nationalism.

 

7. Facilitated the development of teaching materials to support local content curriculum on environmental education in elementary and secondary schools in Buton and Bau-Bau Town.

 

8. Scholarship for three Indonesian PhD students (to study in UK Universities) and facilitated their research in the Lambusango Forest.

 

9. Grants for undergraduate’s students (45 persons) and training for secondary school students (97 persons) to gain field experience in biodiversity assessment of Lambusango Forest.

 

10. Conducted socio-economic monitoring to assess the impact of the project on local economic development.

 

Related with PROMOTION and REPLICATION phase, we are seeking information on events of discussions/meetings (workshops, seminars and relevant gathering) in conservation at local, regional and national level where we can share our experience (lessons learned) and looking after suitable sites to replicate the project.  

 

We copy the message to Dr. Tony Whitten (Senior Biodiversity Specialist, Environment and Social Development Sector, East Asia and Pacific Region, World Bank, Twhiiten@worldbank.org) as Task Team Leader of the project. 

 

Many thanks for your kind attention and cooperation.

 

Down Load : owt_inception_report-ed1

 

Best regards,

 

 

Dr. Edi Purwanto

Operation Wallacea Trust

Jl. La Balawo No. 25, Bau-Bau, Buton, SE Sulawesi, Indonesia

Phone/Fax: +62 402 25506, HP: +62 81 296 55 233

www.epurwanto.wordpress.com

www.lambusango.com

 

 

Dear All, 

 

Terlampir kami sampaikan laporan perkembangan Program Konservasi Hutan Lambusango/PKHL/Lambusango Forest Conservation Project (Juni 2005 – Februari 2008) yang dilaksanakan oleh LSM Operation Wallacea Trust dengan sumber dana dari Global Environment Facility (GEF, medium scale project) yang disalurkan melalui management Bank Dunia.  Program ini berlangsiung hingga Mei 2008, dan enam bulan berikutnya akan berkonsentrasi pada kegiatan PROMOSI dan REPLIKASI (hingga Desember 2008).

 

Hutan Lambusango merupakan hutan alam dataran rendah dengan kondisi utuh yang terletak di tengah Pulau Buton. Selain memiliki kekayaan keragaman hayati endemik  kawasan Wallacea, hutan ini juga merupakan hulu daerah Aliran Sungai (DAS) bagi seluruh Sungai yang mengalir ke Pulau Buton bagian Selatan. Hutan Lambusango (± 65,000 Ha) terdiri atas dua kawasan konservasi (±29,320 ha), yaitu Cagar Alam  Kakenauwe (± 810 ha) dan Suaka Margasatwa Lambusango (± 28,510 ha) yang dikelola oleh BKSDA Sulawesi Tenggara (Departemen Kehutanan), dan ± 35,000 ha sisanya merupakan Hutan Lindung dan Hutan Produksi yang dikelola oleh Pemda Kabupaten Buton.

 

Sejak tahun 1999, Hutan Lambusango telah menjadi tempat penelitian Operation Wallacea Ltd [perusahaan ekspedisi konservasi/ekowisata]  yang dipimpin oleh Dr. Tim Coles (tim.coles@opwall.com, www.opwall.com) yang melakukan penelitian setiap Bulan Juli hingga September setiap tahun.  Kegiatan ekowisata ini dilihat dari skala (jumlah wisatawan) dan manfaatnya bagi masyarakat tempatan merupakan salah satu kegiatan ekowisata berbasis hutan terbesar di Indonesia. 

 

Berikut adalah ringkasan kegiatan dan pencapaian PKHL:

 

1.  Telah terbangunnya Forum Hutan Kemasyarakatan Lambusango (FHKL) sebagai mitra pemerintah yang telah berperan aktif dalam (a) Memperkuat kebijakan penatakelolaan hutan; (b) Membangun gerakan pelestarian hutan; (c) Membangun pengamanan hutan berbasiskan masyarakat. 

 

2.  Telah terbangunnya  model bisnis pedesaan sebagai alternatif matapencaharian masyarakat.  PKHL telah berhasil memfasilitasi Asosiasi Petani Mete di salah satu desa disekitar Hutan Lambusango (Desa Matanauwe, Asosiasi Petani Mete Matanauwe/APJMM) untuk mendapat Sertifikasi Fairtrade dari FLO, Jerman, dimana hal ini merupakan asosiasi petani pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi fairtrade untuk produk mete. Program ini telah dan sedang memfasilitasi perdagangan internasional untuk produk pertanian khususnya kacang mete dan kopi. Selain itu berbagai jenis bisnis pedesaan telah berhasil dikembangkan seperti pertanian jeruk, jahe, rumput laut, kerang mutiara, minyak kelapa dan sebagainya.  Tujuan akhir dari inisiasi ini adalah terbangunya kesepakatan masyarakat desa dalam pelestarian hutan.  Operation Wallacea Ltd bersama OWT kini sedang dan terus membantu petani di sekitar hutan untuk memasarkan hasilnya ke pasaran internasional (Wildlife Conservation Product/WCP).

 

3.  Telah terbangunnya Forum Sistem Informasi Geografis (FSIG) yang telah berhasil menarik investasi Pemda Buton untuk mengadakan peralatan GIS untuk pengadaan peta-peta digital mutakhir dan perencanaan tata ruang wilayah berbasis konservasi.

 

4.   Terbangunnya kolaborasi pengamanan hutan (Forest Crime Unit Lambusango/ FCUL)  telah berhasil membangun kesadaran hukum bagi masyarakat sekitar hutan dan melakukan penegakan hukum bagi pelaku illegal logging dan perambah hutan.

 

5.   Kegiatan kampanye melalui berbagai media (poster, sticker, dialog interactive di radio dan televisi lokal, lomba mengarang dan pidato) telah berhasil membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat Buton dan Sulawesi Tenggara terhadap keberadaan Hutan Lambusango.

 

6.  Terpublikasikannya Buletin Lambusango Lestari (13 edisi), buku-buku yang membahas keragaman hayati Hutan Lambusango, dakwah lingkungan dan pembangunan semangat nasionalisme lingkungan. 

 

7.  Telah memfasilitasi pelaksanaan dan menyediakan bahan-bahan ajar muatan lokal pendidikan lingkungan hidup di tingkat SD dan SLTA untuk Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau.

 

8.  Telah memberikan bea-siswa kepada tiga orang mahasiswa PhD Indonesia (kuliah di Universitas Inggris) dan memfasilitasi kegiatan penelitian di Hutan Lambusango.

 

9.  Telah memberikan bea-siswa 45 orang mahasiswa/i S1 dan pelatihan bagi 97 orang siswa/i SLTA untuk melakukan survei keragaman hayati di Hutan Lambusango.

 

10. Telah melakukan monitoring perubahan sosial-ekonomi masyarakat sebagai dampak keberadaan PKHL.

 

Berkaitan dengan fase PROMOSI  dan REPLIKASI program, kami mengharap bantuan rekan-rekan untuk memberikan informasi waktu dan tempat berbagai event diskusi Forum-Forum Konservasi baik tingkat lokal, regional maupun nasional, berbagai kegiatan Workshop, Seminar Konservasi, dan berbagai pertemuan lainnya yang relevan, dimana kami dapat ikut berpartisipasi dan berkesempatan untuk mempromosikasn program ini, khususnya untuk berbagi pengalaman dan mencari lokasi yang sesuai untuk mereplikasi program ini.

 

Kami mengkopi pesan ini kepada Dr. Tony Whitten (Senior Biodiversity Specialist, Environment and Social Development Sector, East Asia and Pacific Region, World Bank, Twhiiten@worldbank.org)  sebagai Task Team Leader program ini. 

 

Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.

 

 

Down load : owt_inception_report-ed1

 

Salam,

 

Dr. Edi Purwanto

Operation Wallacea Trust

Jl. La Balawo No. 25, Bau-Bau, Buton, SE Sulawesi, Indonesia

Phone/Fax: +62 402 25506, HP: +62 81 296 55 233

www.epurwanto.wordpress.com

www.lambusango.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Responses

  1. Smga smua piHak yg melakukan pengrusakan di huTan lambusango sadar bhwa perbuAtan mereka telah mengHancurkn masa dpan p.buToN.n trimakasiH bwat walLaCea trust

  2. Assalamu’alaikum wr wb.
    Pk edy, apik tulisan sampean..saiki sampean dines nangdi. main2 nang Kalteng-lah. Mengenai tulisan sampean semoga keprihatinan kita direspon memadai. Yang pasti kaum rimbawan tidak pernah sadar akan realita. Kelihatannya bekerja tapi tidak bekerja. Bekerja kelola hutan tapi degrasi luar biasa sedang berjalan. pola pikir dan Gaya rimbawan bekerja tidak mampu menandingi bencana kerusakan hutan yg sedang terjadi saat ini. salam keluarga. Wassalamu’alaikum. Arief-Dinas Kehutanan Prov. Kalteng-Palangka raya

  3. pak, bskah sy dikirimkan peta hutan lambusango yds? khususnya yg berada dalam wilayah hukum kota Bau-Bau?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: